Postingan

Menampilkan postingan dari 2018

Kopi Pagi

Jika tak sungguh-sungguh menyuguhkan kopi, Berhentilah. Menyodorkanku cangkir yang kosong.                   Setidaknya aku pernah mencoba menghangatkan kopimu, Meskipun pada akhirnya kau masih saja bersikap dingin padaku. Bukan aku yang merindumu, Hanya Kopiku, Dia Butuh Gula. Saat kopi membasahi tenggorokan, Kuteringat derasnya hujan, Yang rinainya jatuh tepat, membasahi perasaan. Tutorial menjaga Hati dan kopi. Ketika kemasannya terluka, Masukan ke lemari pendingin. Sampai ada yang memintanya kau hanya perlu menghangatkannya. Setelah hadirnya kopi Kuingin dirimu, sebagai pengganti gula Menyeduh kopi saat menatapmu. adalah godaan saat berpuasa, Ku ingin segera menyeruputnya. Gorontalo, 06/November/2018 Mau Lagi? Jangan lupa dikoment yah..

Sajak Kopi Terbaru

Sajak kopi : Rahmat Abas Jangan menyeduh kopi dengan perasaan. Perasaan yang sama pada orang yang berbeda. Kenikmatan kopi, Bukan untuk mereka yang minum kopi, hanya pada saat hujan turun. Minum kopi, ataupun merindu. Keduanya butuh kamu sebagai pelengkap rasa. Jika seandainya disuruh pilih antara kamu atau kopi, Aku akan memilih kopi, Sebab tanpa kopi aku tak tahu artinya kebersamaan. Masih tentang kopi, Kopi yang hanya mampu menghangatkan tenggorokan, Tapi tidak dengan mencairkan suasana keegoaan. Saat kutak temui lagi tentang nikmatnya kopi, Kutahu disitulah kau mulai berpaling hati. Wacana kita, tentang minum kopi bersama, Tak lagi ada, setelah janji yang kita rajut telah kadaluwarsa. Dan Kamu, Kopi yang mengajarkanku akan kenikmatan yang tercipta dari perpaduan, pahit kemudian manis. Untuk pertama kalinya, aku tak lagi suka minum kopi. Kopi yang kau seduh berbeda, telah bercampur dengan rasa penghianatan. Kutelusuri k...