Organisasi Media tanpa Public Relation



Organisasi  adalah  satu  kata  yang  tak  asing  bagi  kita,  hampir  setiap  wilayah  memiliki  organisasi, namun  dibalik  kata  yang  tak  asing   ini,  kita  masih  banyak  yang  belum  menyadari  dan  memahami   eksitensi,  aktivitas,  serta  sruktur  dari  organisasi.   Tidak  dapat  dipungkiri   kurangnya   pemahaman  tentang  organisasi  akan  membuat  kita   salah  menafsirkan  segala  sesuatu  yang  berkaitan  dengan  organisasi.  untuk  menafsirkan  segala  sesuatu  yang  berhubungan  dengan  organisasi  kita  membutuhkan  sebuah  pencerahan  tentang  organisasi.  penjelasan  tentang  organisasi  menghasilkan  pemahaman   yang  menyangkut  ruang  lingkup   eksistensi,  aktivitas,  serta  sturkur  dalam  organisasi.
Memasuki  era  baru,  kondisi  perkembangan  setiap  wilayah  semakin relative  dan  complex  termasuk  dalam  organisasinya, semakin  komplexnya  kehidupan  dalam  suatu  wilayah  maka  semakin  complex  juga  standar  organisasi  yang  dimiliki  oleh  suatu  wilayah.  Aktivitas,  eksistensi,  serta  struktur    oragnisasinya  akan  sangat  tergambar  detil  keberadaanya.  Akvitas   suatu  organisasi  tak  hanya  terlepas  dalam  bagian  internal  saja   melainkan  sampai  kebagian  eksternal, begitupun dalam organisasi yang lebih spesifik yakni oranganisasi media.
Globalisasi   telah  menjadi  sebuah   tantangan  bagi  setiap  organisasi  yang   sedang  beroperasi  didalamnya.  Secara  tidak  langsung   memberikan   peluang  untuk  setiap  organisasi   agar   mampu  tumbuh   dan  berkembang  sehingga  memiliki  daya  saing  yang  begitu  Nampak.Organisasi  membutuhkan  tim  hebat  didalamnya,  tim  yang  mampu   merencanakan  segala  kelangsungan  organisasi  diarena  persaingan  global  agar  tidak  kalah  bersaing  dengan  organisasi  pesaingnya.
Salah   satu  factor  suksesnya  persaingan  dalam  organisasi  adalah  ketepatan  strategi  tim  kehumasan  yang  ada  didalamnya   atau  dalam  istilah  asing  Public  Relation atau  PR.  Pada  artikel  ini  akan  membahas   secara  khusus   bagaimana  hubungan  organisasi  media dengan  PR,  bagaiman  peranan  PR  dalam  organisasi media  serta   bagaiamana  Sebuah  Organisasi  media tanpa  PR.
Organisasi  mediadan  Public  Relation
Era  modern  telah  menjadikan   Public  Relation  sebagai  suatu  focus  studi  yang  wajib  untuk  dipelajari  ketika  seorang  berminat  ingin  memiliki  professionalitas  dalam  bidang  tersebut.  diera  sebelumnya  Public  Relation  telah  ada  tetapi  hanya  sekedar  sebuah  aktivitas  bukan  suatu  profesi, dalam  segi  kehadiranyapun  PR  belum  terlalu  banyak  dibutuhkan.  Namun,  seiring  banyaknya  organisasi  dalam  dunia  globalisasi  kehadiran  PR  telah  menjadi  suatu  yang  sangat  dibutuhkan  oleh  masing-masing  organisasibegitupun dioraganisasi media. Bahkan  dalam  satu  organisasimediajika  tak  memiliki  PR  didalamnya  maka  segala  system kinerja  organisasimedia tidak  akan berjalan  seindah  memiliki  PR  didalamnya.
          organisasimediadan PR  ibarat  manusia  dan  jantung.  Jika manusia  tanpa  jantung  maka system  organ  dalam  tubuh  takkan  berfungsi  secara  baik.  Dalam  sebuah  organisasimedia yang  sukses  terdapat  kinerja  PR  yang  begitu  aktif.  Keaktifan  PR dalam  organisasi media tak  hanya  dihasilkan  oleh  satu  orang,  akan  tetapi  seluruh  kerja  tim  yang  terlibat.  Untuk  mengefektifkan  kinerja  PR  agar  nantinya  mampu  berfungsi  sebagaimana  mestinya  dibutuhkan  keseriusan,  kedekatan  emosional, serta  keterbukaan  antara  anggota  tim  PR.
Dengan  keterbukaan  yang  terus  menerus  diupayakan  dan  dengan  mencermati  terjadinya  intergrasi  antara  public,  akan  dapat  meminmalisir  ketegangan  dalam  organisasi  itu  sendiri (endogen)  atau  perubahaan  yang  datang  dari  luar (eksogin)[1]
Sebuah tim  yang  solid  tak  lahir  begitu  saja  melainkan  membutuhkan  suatu  usaha  untuk  menciptakan  rasa  persaudaraan  yang  harmonis  sehingga  kinerja  kelompok   berjalan  seimbang. Perbedaan  persepsi  pada  seorang anggota  tim  dapat  merusak  seluruh  kinerja  tim,  ibarat  nila  setitik  merusak  susu  sebelanga.  Sebagai  praktisi  PR sangat  penting  untuk  membangun  relasi  yang  baik  pada sesama anggota  organisasimedia serta   keluar  dengan  public.
Relasi  yang  baik  akan  terus  hidup  jika  antara  sesama  anggota  tim  dan  kita  dengan public  memiliki  sikap  percaya  antara  satu  sama  lain,  akan  tetapi  menghasilkan  satu  bentuk  kepercayaan  kita  membutuhkan  suatu  proses.
Sikap  percaya  berkembang  apabila  setiap  komunikan  menganggap  komunikan  lainnya  berlaku  jujur,  tentu  saja  sikap  ini  dibentuk  berdasarkan  pengalaman  kita  dengan komunikan.[2]  Saya  bisa  saja  mempercayai  sepenuhnya  anggota  tim  karena  kebaikannya  dihari  kemarin,  akan  tetapi  tidak  dengan  anggota  lain.  Saya  bisa  saja  percaya  terhadap  salah  seorang  dosen  karena  ia  memberikan  nilai  yang  baik  kepada  saya  semester  lalu  tapi  tidak  dengan  dosen  lain.
          Setiap  anggota  yang  tercakup  dalam  PR  haruslah  memiliki  cara  berfikir  yang  luas,  memiliki  banyak  keahlian,  serta  menerapkan  kode  etik  PR. 
Menurut  seorang  ahli  PR  yakni  Robert  simoes  cara  berfikir  seorang  PR  haruslah  sbb[3] :
a.      PR  merupakan  suatu  proses/integrasi
b.     PR  merupakan  fungsi  manajemen
c.      PR  merupakan  suatu  kegiatan,  kreativitas
d.     PR  merupakan  suatu  profesi
e.      PR  merupakan  tugas  dalam  multisiplin  ilmu
Dari  pandangan  Robert  terlihat  jelas  bahwa  organisasimedia dan  PR  tak  dapat  dipisahkan,  dengan  hadirnya  PR  organisasimedia dapat  menciptakan  suatu  proses  integritas  baik  integritas  keluar  public  maupun  kedalam  organisasi media,  PR pun  bekerja  keras  dalam  menajerial  segala  bentuk  kegiatan  organisasi media,  PR  sebagai  pelaksana,  PR  sebagai  suatu  hal  yang  begitu  tertata  rapi  dengan  kode  etik  dalam  profesi,  serta  memiliki  ilmu  yang  multidisipliner.
Kehadiran  PR  tak  hanya  sekedar  kebutuhan  melainkan  kewajiban.  Mengingat  begitu  besarnya  peran  PR  dalam  satu  organisasi media.  serta  hancurnya  organisasimediajika tanpa  sosok  PR.
Perkembangan  dunia  modern  telah  memungkinkan   organisasi media  beroperasi  diberbagai  belahan  dunia  tanpa  harus  membangun  organisasi  media ditempat  organisasi  media itu  beroperasi.  Tak  lepas   dari  itu   fungsi  PRpun  semakin  meluas  komunikasinya  serta  aktivitasnya  secara  global,  dengan  canggihnya  dunia  elektonik  khususnya   dalam  bidang  komunikasi  kinerja  PR  takkan  terbatas  jarak  serta  waktu untuk  lebih  luas   menerbangkan  sayap  organisasi medianya.
Multifungsi  PR  menjadi  andalan  bagi  setiap  Organisasi media dalam  segala  aktifitasnya  dari  planning, organizing, actuating, controlling, serta evaluatingnya meskipun  pada  dasarnya  semua  merupakan  aktifitas  managerial  tetapi  semuanya  takkan  berjalan  sesuai  prosedur  tanpa  pantauan  serta  kinerja  PR.
Banyak  yang  mengira  bahwa  PR  hanyalah  kegitan-kegiatan  yang  tampak,  tetapi  pada  kenyataannya  kegiatan  yang  tampak  oleh  public  justru  hanya  satu  tahap  saja dari  keseluruhan  kegiatan  PR yang  sebenarnya.[4]
Pemikiran  diatas  menugaskan  kita  agar  senantiasa  mensosialisasikan  segala  perananPR.
sebagai  instrument  untuk  mengembangkan  Organisasi media dan  memantapkan  pososisinya  dalam  persaingan  yang  lebih  luas,  harapan  itu  tak  lepas  kerja  sama  antara  pihak  Manager  dan  PR. Untuk  pencapaian  hasil  yang  maksimal  kita  membutuhkan  suatu  pemikiran  tentang  strategi  organisasi media yang pada pembahasan ini masih mencakup strategi oraganisasi secara umum.
Pemikiran  strategi  organisasi  dimulai  oleh  seorang  sosiolog  Philiph  Selznik  pada  tahun  1957  yang  dituliskan  dalam  bukunya “leadership  in  administration”  tulisan  yang  melegenda  ini  menekankan  tanggung  jawab  pemimpin  untuk  menerapkan  tujuan  yang  jelas  dalam  mengoperasikan  perusahaan,  mengarahkan  internal  state perusahaan, dan  memperhitungkan  external  expectation (harapan  eksternal), agar implementasi  struktur  kapabilitas  dan  program  bisnis  berhasil  mencapai  tujuan  perusahaan.[5]
Dapat  digambarkan  strategi  Philip  adalah  tak  lepas  memberikan  inovasi  bagi  seorang  PR  agar  dapat  berdiri  tegak  dibawah  pimpinan   untuk  menerapkan  kejelasan  tujuan  organisasi media yang  mereka  naungi,  mengarahkan  arah  perjalanan  organisasi media yang  mereka  jalankan  sampai  tempat  tujuan,  kemudian  mewujudkan  segala  harapan  yang  organisasi media cita-citakan.
Kekuatan  PR  akan  mengubah  tatanan  kehdupan  organisasi media,  baik  tatanan  internal  maupun  ekstenal.  Organisasi-organisasi media saat  ini  tidak  semuanya  memanfaatkan  penuh  kinerja  PR, dibeberapa  organisasi mediayang terbilang kecil PR hanyalah  sebuah  formalitas. Tak  jarang  jika  kita  saat  ini  masih  menjumpai  organisasi media yang  berjalan  ditempat  tak  ada  kemajuan.
Baik  organisasi media besar  maupun  kecil  kehadiran  PR  menjadi  satu  kunci  utama  keberhasilan organisasi media,  bersaing  dalam  satu  wilayah,  dua  wilayah,  maupun  wilyah  luar  yang  ingin  kita  Rajai.  Strategi  memasangkan  PR  dan  organisasi media adalah  altenatif   yang  begitu   tepat  sasaran  dalam  menghadapi  kondisi  global  yang  daya  saingnya  begitu   membludak  dan  bergejolak. Organisasi  media tidak  cukup  mengkonsentrasikan  pada  satu  relung  wilayah,satu  organisasi media harus  mampu  merajai  lebih  dari  satu  wilyah  dengan  dampingan  PR.
Tugas  pokok  dan  fungsi  PR  dalam  Organisasi media
Untuk  menjadi  sebuah  oragnisasi media yang  tangkas  dalam  merespon kondisi  yang  khalayak, organisasi media harus  sepenuhnya  menaikan  kualitas  PR  didalam  organisasinya, mampu  memilih  tim  PR  yang  berlevel  atas  dan  profesional
Tim  yang  professional  tak  hanya  mampu berperan baik  dari  segi  ilmu  tetapi  juga  segi   praktek.  Peran  PR  dalam  organisasi media bukan  sekedar  wacana  tapi  juga  menguatkan  ilmu  tentang  Public  Relation  kita.  Jika  sebelumnya  sudah  diungkap  beberapa  hubungan  erat  antara  PR  dan  organisasi media maka  pada  sesi  ini  saatnya  membahas   TUPOKSI  PR  dalam  organisasi media.   hampir  semua  organisasi  media memiliki  unit  PR. Unit  ini  dinilai  penting  untuk  menjaga  citra  meida  dan mengkomunikasikan  pesan  kepada  audient,  investor  dan  public.  Persepsi  positif dimedia  dapat  meningkatkan  rating media yang berpengaruh untuk kenaikan harga pada pemasangan iklan dimedia tersebut.  Peran  PR  dapat  beragam  namun  pada  prinsipnya  akan  terdiri  dari  lima  peran  berikut[6] : strategi  pencitraan  public, menjangkau  kegiatan, hubungan  antar media,  media  social,  mengelola  keadaan  darurat.
a.       Strategi  pencitraan public
PR berperan  awal  menyusun  strategi  pencitraan  positif  dalam  satu  media,  agar  organisasi media  yang  dijalankan  bercitra  positif  dimata  khlayak  public. Jika  seandainya  citra  organisasi tersebut telah  rusak  sebelumnya  maka  tugas  PR  untuk  mengembalikkan  citra  organisasi  media tersebut.
b.     Menjangkau  kegiatan
Profesionalitas  PR  akan  sangat  terlihat  ketika  menjalankan  kegiatan  organisasi. mencari  sponsor  yang  berhubungan  dan  mengikut  sertakan  dalam  kegiatan  organisasi.
c.      Hubungan  antar media
Tugas  utama  PR  dalam media adalah  mensosialisasikan  segala  bentuk  kegiatan,  menyusun  informasi,bekerja sama  dengan  media lain agar  organisasi media kita bisa  mudah  untuk  melebarkan  sayap.

d.     Media  social
Penggunaan  media  social  yang  telah  meluas  menjadikan  tugas  PR  mudah  dalam  meningkatkan  dan  memasarkan  segala  kegiatan  dan  kehadiran  media. memunculkan  ide  kreativitas  baru  dalam  upaya  pelebaran  telah  sangat  mudah  dengan  hadirnya  banyak  berbagai  macam  media  social : facebook, twitter,  instagram,  youtube  dan  sebagainya.
e.      Mengelola  keadaan  darurat
Keadaan  darurat  bisa  saja  muncul  dan  hadir  tanpa  sepengetahuan  kita,  bisa  lahir  dari  dalam  media  maupun  luar  media.  peran  PR  harus  jeli dalam  mengahdapi  situasi  yang  demikian  agar  keberadaan  PR  tak  lagi  dipertanyakan  keberadaanya.
Kelima  refrensi  diatas  akan  sangat  relevan  jika  dijadikan  budaya  penting  PR dalam  organisasi media.
Lebih  detil  peranan  PR  tak  hanya  sebatas  ruang  lingkup  umum, terlihat  adanya  peran  PR  dalam  organisasi media sebagai  alat  manajemen.
Peranan  umum   humas  dalam  manajemen   suatu  organisasi   itu  terlihat  dengan adanya  beberapa  aktifitas   pokok  kehumasan  yaitu [7];
-         Mengevaluasi   sikap   atau  opini  public,
-         Mengidentifikasi   kebijakan   &  prosedur   orgaanisasi/perusahaan  dengan  kepentingan  publiknya,
-         Merencanakan   &  melaksanakan  penggiatan  aktivitas   Humas
mengevaluasi  terlebih  dahulu  sikap  public  dan  opini  yang  telah  mengontruksi  persepsi  masyrakat  kemudian  mampu  merelevansikan   kebijakan  dalam  mediaagar  mampu  menciptakan  keseimbangan  prosedur  informasi pada mediadengan  kebutuhan  khalayak  public  jika  sendainya  semua  hal  tersebut  telah  terjalankan  sesuai  prosedur  maka  sudah  saatnya  untuk  merencanakan  dan  melaksanakan  kegiatan  PR  yang  telah  dirancang  bersama  tim  dalam  organisasi kemediaan.

dibeberapa organisasi media tak  memanfaatkan  secara  penuh  tugas  PR. Dalam  kegiatan  organisasi media mereka  lebih  mengandalkan  marketing  daripada  PR, karena  tidak  memahami  manfaat  dan  fungsinya  atau  barangkali  karena  merasa  cukup  dengan adanya  bagian  marketing  atau  pemasaran; padahal  kegiatan  marketing  tertuju  keluar  media, sedangkan  kegiatan  public relation  selain  tertuju  keluar  media  juga  kedalam  media.[8]
PR harus  berjalan sesuai  fungsinya,  mengingat  pisau  ketajaman  sebuah  organisasi  adalah PR. Fungsi  PR adalah  sebagai  berikut[9]:
1.     Menunjang  kegiatan  manajemen  dalam  mencapai  tujuan  organisasi
2.     Menciptakan  komunikasi  dua  arah  secara  timbal  balik dengan  menyebarkan  informasi  dari  perusahaan  kepada  public  dan  menyalurkan  opini  pada  perusahaan
3.     Melayani  public  dan  memberikan  nasihat  kepada  pemimpin  organisasi untuk  kepentingan  umum
4.     Membina  hubungan  secara  harmonis  antara  organisasi  dengan  public,  baik internal  maupun  ekternal
Pada  perspektif  selanjutnya  memberikan  deskripsi beberapa fungsi PR[10]:
1.     Memberikan  informasi  tentang perkembangan  organisasi  yang  cukup  terhadap  semua  perangkat organisasi.
2.     Memberikan  informasi  yang  diperlukan  oleh  pihak  lain  dalam  kaitan  kebijakan  organisasi,  kegiatan  maupun  kerjasama  organisasi  dengan  pihak  ketiga  lainnya.
3.     Team  pembuka  dalam  mengadakan  hubungan  kerjasama  dengan  pihak  lain
4.     Mengumpulkan informasi untuk  kepentingan  organisasi
5.     Menjalankan media  sebagai  bentuk  pelayanan  informasi  interaktif  dengan  pihak  lain


Bagian  penting  dari  pekerjaan  petugas  PR  dalam  suatu  organisasi  adalah[11]:
1.     Membuat  kesan  (image) : kesan baik, citra positif
2.     Pengetahuan dan  pengertian: informasi,  penerangan, penjelasan.
3.     Menciptakan  ketertarikan
4.     Penerimaan :  pengertian  dan  pemahaman
5.     Membangun  dan  menciptakan  simpati  public
Aktivitas  utama  PR[12]:
1.     Custumer  Relations : menjalin  hubungan  baik dengan  konsumen.
2.     Employe Relations : membangun  hubungan  baik  antara  atasan dan  bawahan
3.     Community  Relations ; membangun  hubungan  baik  dengan  masyarakat  sekitar  lembaga  dan  komunitas  masyarakat  tertentu
4.     Government  Relations  : menjalin  hubungan  baik  dengan  pemerintah
5.     Media Relations: menjalin  hubungan  baik  dengan  media  massa/wartawan
Hal  teknis seputar  tupoksi  PR[13]:
1.     Menyediakan dan  mengelola  media  internal
2.     Menyatakan  selamat  kepada  pemegang saham  baru
3.     Menerbitkan  berkala (newsletter)  lembaga
4.     Menyampaikan  laporan  tahunan
5.     Menjawab  surat  pembaca
6.     Memantau  pemberitaan  media  massa
7.     Menguasai  peraturan  pemerintah, termasuk  UU  pers
8.     Menyiapkan  naskah/tulisan, video, dan  menyebarkannya
9.     Membangun  jaringan  dimedia  social (facebook, twitter, youtube)



Kode etik  PR[14]:
1.     Code  of  conduct : etika  perilaku  sehari-hari  terhadap  integrasi  pribadi, klien dan  majikan, media  dan umum, serta  perilaku  terhadap rekan  seprofesi.
2.     Code  of profession : etika  dalam  melaksanakan  tugas/profesi  PR
3.     Code  of publication : etika  dalam  kegiatan  proses dan  teknis  publikasi
4.     Code  of  enterprise : menyangkut   aspek  peraturan  pemerintah  seperti  hokum  perizinan  dan  usaha,  hak  cipta  merk  dll.
Dari  rincian  sebelumnya  telah  menggambarkan  bahwa  organisasi media  dan PR  adalah  suatu  kesatuan  utuh  yang  apabila  tidak  dikorelasikan  akan  menjadi  suatu  kerugian.
Kesenjangan  organisasimedia dalam  pemanfaatan PR
          Tidak  semua  organisasi media memanfaatkan  sepenuhnya  PR. Dalam  rentan  waktu  yang cukup  lama  PR  telah  ada  dimasing-masing  organisasi media  akan  tetapi  tidak  sepenuhnya PR  dalam media  bekerja  sesuai  prosedur  yang  sesuai standar.  Dalam  keberadaannya  PR  hanya  sebuah  formalitas  tanpa  arah  tujuan,  tanpa  logistic yang  memadai, dan tak  menerapkan  kode  etik  PR. System  kehidupan  organisasi media  tidak  berjalan, sekalipun  berjalan  hanya  berjalan  secara  lambat.  Harapan  dan  tujuan  organisasi media tinggallah  berwujud  angan-angan.
Melihat  realita  pada  era  ini  posisi  PR  dalam  organisasi media tidak  diemban  oleh  para  profesionalitas PR. Para  pejabat PR dalam  organisasi media  hanyalah  praktisi  yang  tak  mempunyai  dasar-dasar  serta  ilmu  PR sewajibnya,  berharap  akan  kesadaraan  semua  organisasi  media akan  kinerja  PR  takkan  terwujud  jika  PR  yang  telah  menjabat  bukan  sosok  professional.
Sampai  saat  ini  dibeberapa  organisasi  media terlihat  Tugas  pokok  dan  fungsi  serta  manajerial  tidak  terealiasikan  dengan  baik,  hubungan  baik  antara  para  anggota  media  tak  sedikitpun  Nampak,  media  hanyalah  sebuah  wadah informasi dunia luar media  yang  sesuai opini  khalayak  public, kegiatan  dalam media  tidak  terlihat  dimata  masyarakat.
Jika  kondisi  PR  saat  ini  dalam  Organisasi media  kita  khusunya  Indonesia  masih  begitu-begitu  saja.  Tak  ada  kemajuan  serta  perkembangan. Organisasi media  luar  negri  akan lebih  dikenal  daripada  organisasi media  dalam  negri.  Organisasi  media kita  belum  juga  mampu  bersaing  dikanca  internasional, penjabat  PR  kita  tidak  dapat  diandalkan  dalam  berbagai  macam  persaingan,  beberapa  organisasi  media lebih  memanfaatkan  pejabat  PR  yang  berasal  dari  luar  negri,  pejabat  PR  kita  yang  telah  menyelesaikan  studi  PR  kurang  terpakai.
Kondisi  pejabat  PR  kita  masih  kurang  berkualitas  jika  disandingkan  dengan  pejabat  PR  luar  negri  hal  ini  tidak  lahir  semata-mata  dari  kualitas  sumber  daya  manusia  kita  yang  masih  dibawah  dari  Negara  lain  melainkan  hal  tersebut  lahir  dari  kurangnya  logistic  serta  organisasi media yang  bertaraf  internasional  yang  lahir  dari  Negara  kita  indinesia.
Menanti  pencapaian  yang  sama  dengan  organisasi media  luar,  kita  butuh  proses  yang  tak  cepat  masih  banyak  yang  perlu  dibenahi  dalam  metode  penyaluran  ilmu  PR  kita. Perlu  dukungan  dari  berbagai  pihak  dalam  peningkatan  sumber  daya  manusia  kita  dalam  profesi  PR  kita.  Pihak  yang  paling  berperan  penting  dalam  peningkatan  PR  kita  adalah  Organisasi media kita sendiri,  organisasi media kita  harus  mampu  mendorong  PRnya  untuk  menjadi  sosok yang  Profesionalitas  dalam  segi  peran, fungsi, keberadaan,  dan  menerapkan  kode  etik PR.  Organisasi media harus  bekerja  sama dengan  semua  kalangan  untuk  mengetahui  kualitas PR. Mengajak  yang  sudah  professional  untuk  melatih, memberikan  pengalaman  dimedia berstandar  diatas  bagi  yang  belum  ahli, mendesain  program  pelatihan  PR  agar  menghasilkan  SDM  yang  optimal,  dan  sebagainya.
Organisasi lain yang juga berkaitan  harus  memiliki  komitmen  dan  langkah-langkah  nyata  serta  terobosan-terobosan  baru  dalam  peningkatan  kualitas PR  Indonesia. Organisasi media yang  telah  memiliki  PR harus  lebih  memanfaatkan,  memberdayakan dan  membimbing  anggotanya,  melakukan  pembibingan  dengan  cara  berskala  mengadakan  latihan,  seminar, perlombaan  dan  sejenisnya.  Organisasi media juga  harus  berperan  melahirkan  SDM  PR  yang  siap  bekerja  sepenuh  standar  kompetensi  dan  sertifikasi  bagi  orang-orang  yang  akan  terjun  dalam  proyek  PR.

Daftar  pustaka
Jalaludin rakhmat 2008,  psikologi komunikasi, bandung:remaja rosdakarya
Juwito 2008 ,Public Relation, bandung:upn press
Lena elitan & lina anatan 2007, manajemen operasibandung: Alfabeta
Munaf.arif lima peran humas dalam organisasi From: notordinaryblogger.comdiakses tanggal  29 april 2017
Onong.uchana 2008,  dinamika komunkasi bandung: remaja rosdakarya
Romli tugas pokok fungsi humas from www.komunikasipraktis.comdiakses  tgl  29 april 2017
Rosady ruslan 2012 manajemen public relation dan media komunimkasi jakata: rajawali press
Sabri zoga. Humas, fungsi  dalam organisasi from .wordpress.comdiakses tgl 29 april 2017


[1] Juwito,Public Relation, (bandung:upn press, 2008) hal 2
[2] Jalaludin rakhmat psikologi komunikasi (bandung:remaja rosdakarya,2009) hal 131
[3] Log cit  halm  4
[4]ibid
[5]Lena elitan & lina anatan manajemen operasi(bandung: Alfabeta,2007) hal 5
[6] Munaf.arif lima peran humas dalam organisasi From: notordinaryblogger.com diakses tanggal  29 april 2017
[7] Rosady ruslan manajemen public relation dan media komunimkasi (jakata: rajawali press:2012) hal 12
[8] Onong.uchana dinamika komunkasi (bandung: remaja rosdakarya:2008) hal 211
[9]Ibid 36
[10] Sabri zoga. Humas, fungsi  dalam organisasi from .wordpress.comdiakses tgl 29 april 2017
[11] Romli tugas pokok fungsi humas from www.komunikasipraktis.com diakse  tgl  29 april 2017
[12]ibid
[13]ibid
[14]Ibid

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Contoh pidato singkat untuk mahasiswa

Sajak Kopi Terbaru