Cara move on,, ustad felix. tvri


Cinta itu memikirkan apa yang dicintai, bukan hanya kemarin dan kini, tapi nanti. Mari kita berbicara tentang masa depan agar hari esok yang dijelang bukan suatu kesengsaraan. Ada hal yang  jelas harus dipersiapkan, mana yang boleh dilakukan dan mana yang harus dilhindarkan. bila engkau lelaki, engkau harus tahu kemana arah harus melangkah.bila engkau perempuan, harusnya  tahu bagaimana bertingkah, kita berbicara masa depan karena ia tidak semudah yang diperkirakan oleh pemuda-pemuda yang lalai, juga tidak sesulit apa yang diceritakan perempuan-perempuan yang bercerai, setiap muslimah tentunya menginginkan lelaki yang bertanggung jawab yang menghargai kebaikan dan kelebihannya dan memaafkan kealpaan kekurangannya, muslimah mana yang tidak  ingin lelaki yang berbudi pekerti, baik hati,tinggi iman dan lurus amal, muslimah sering kali menanti lelaki elok akhlak dan rasa yang memiliki kelembutan dengan anaknya, dengan istrinya dia mesra, muslimah mana yang tidak mendambakan lelaki yang mampu mengawalnya jauh dari neraka, dan membimbingnya menuju surga  allah, lelaki mana yang tidak suka terhadap muslimah cerdik,cendekiawan,dan berparas menawan yang lisannya seanggun geraknya,lelaki yang baik pasti menyukai wanita lemah lembut lagi santun,pintar membahagiakan suami dengan masakan dan perhatian, tidak tamak harta dan selaulu menjaga kehormatan,lelaki mana yang tidak mempikikan wanita yang selalu mendukungnya dalam kebaikan dan mengeluarkan kebaikanya, dirindukan bila ditinggal, dan meyenangkan bila berjumpa, sialnya kita hidup dijaman kapitalisme yang mengajarkan lelaki dan wanita masa kini untuk memperhatikan fisik bukan isi, memperhatikan badan bukan iman, kapitalisme sukses mejadikan kebahagian matrealistis sebagai tujuan tertingggi, hingga buat sebagai tujuan yang tertinggi, maka hedonism anak kandung kapitasme sukses menjadikan lelaki hanya peduli nikmat sampai batas kulit, wajar bila kita melihat dimana-mana lelaki miskin tanggung jawab, dan fakir komitmen bila lelaki yang tidak lulus ujian tanggung jawab dan komitmen merekalah yang akhirnya masuk dalam jurusan pacaran, cinta disempitkan dalam arti pacaran,terbatas pada rayuan palsu dan gandengan tangan, padahal pendamping yang saleh tidak didapatkan  dari proeses pacaran, karena kesalehan dan kebatilan jelas bertentangan, hak dan batil tidak akan dapat bertemu bagaikan fatamorgana yang menjajikan kemuliaan semu, bagaimana bisa lelaki yang sudah memahami bahwa pacaran itu adalah hal yang dilarang oleh allah, memaksa dengan berbagai alas an agar engkau berbagi dosa dengan dia, melawan allah lalu apakah bisa yang seperti ini menjadi panduan setelah menikah? Sebelum halal saja dia sudah berani katakana sayang kepadamu, jangan heran apabila setelah menikah didapat mengatakan hal yang seperti itu pada wanita-wanita yang lain, toh sama-sama bermaksiat pada allah, jika sebelum akad saja dia berani melabuhkan tangannya pada tubuhmu, jangan heran setelah sudah menikah nanti ia dapat melakukan itu pada wanita lain, toh sama-sama berdosa pada allah, yang tidak takut dosa sebelum menikah tentunya jangan harap ia takut dosa setelah menikah.



 

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Organisasi Media tanpa Public Relation

Contoh pidato singkat untuk mahasiswa

Sajak Kopi Terbaru